Nomor Tak Dikenal, Modus Tak Terduga: Diskominfo Wonosobo Ajak Masyarakat Waspada
Sekretariat Rabu, 16 September 2026
3 views | Share:

Nomor Tak Dikenal, Modus Tak Terduga: Diskominfo Wonosobo Ajak Masyarakat Waspada

Panggilan dari nomor tak dikenal mungkin terlihat seperti telepon biasa. Namun, di tengah maraknya penipuan digital, satu panggilan singkat bisa menjadi pintu masuk bagi pelaku untuk menggiring seseorang memberikan informasi pribadi, mengikuti instruksi tertentu, bahkan kehilangan saldo rekening.

Fenomena scam call atau telepon penipuan semakin perlu diwaspadai. Modusnya pun semakin beragam. Pelaku dapat menghubungi calon korban dengan membawa cerita yang dibuat seolah-olah mendesak, mulai dari kabar anggota keluarga yang mengalami keadaan darurat, paket yang tertahan, persoalan rekening, hingga tawaran pekerjaan yang ternyata fiktif. Kasus scam call bahkan disebut mengalami peningkatan hingga hampir empat kali lipat.

Yang membuat modus ini berbahaya bukan hanya ceritanya, tetapi cara pelaku memainkan kepanikan dan rasa terburu-buru. Korban diarahkan untuk segera mengambil keputusan sehingga tidak sempat berpikir atau memeriksa kebenaran informasi yang disampaikan.

Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo mengajak masyarakat untuk tidak mudah terkecoh dan menerapkan “curiga 10 detik” ketika menerima panggilan atau pesan mencurigakan. Beri jeda sebelum menjawab pertanyaan, mengikuti instruksi, membuka tautan, atau memberikan informasi apa pun.

Sepuluh detik tersebut dapat digunakan untuk mengajukan pertanyaan sederhana: Siapa yang menelepon? Apa yang diminta? Mengapa harus segera dilakukan? Jika penelepon meminta data pribadi, kode OTP, PIN, kata sandi, informasi rekening, atau mengarahkan untuk melakukan transaksi, masyarakat perlu semakin waspada.

Masyarakat juga tidak perlu merasa sungkan untuk mengakhiri panggilan jika percakapan terasa janggal. Informasi yang mengatasnamakan bank, perusahaan, instansi pemerintah, layanan pengiriman, maupun pihak lainnya sebaiknya diverifikasi melalui kanal resmi. Jangan menggunakan nomor telepon atau tautan yang diberikan oleh penelepon sebagai satu-satunya sumber untuk melakukan verifikasi.

Kewaspadaan yang sama diperlukan ketika menerima tawaran pekerjaan melalui telepon atau pesan. Iming-iming pekerjaan dengan penghasilan besar, proses cepat, atau persyaratan yang tidak masuk akal perlu diperiksa terlebih dahulu. Jangan memberikan data pribadi maupun melakukan pembayaran hanya karena diarahkan oleh pihak yang belum terverifikasi.

Hal penting lainnya, nomor telepon yang terlihat meyakinkan bukan jaminan bahwa penelepon benar-benar berasal dari pihak yang disebutkan. Pelaku dapat menggunakan berbagai cara untuk membuat komunikasi terlihat meyakinkan dan membangun kepercayaan dalam waktu singkat.

Jika terlanjur memberikan data atau melakukan tindakan yang mencurigakan, masyarakat perlu segera mengambil langkah pengamanan sesuai jenis informasi yang terlanjur dibagikan, termasuk menghubungi pihak resmi terkait dan mengamankan akun. Semakin cepat ditangani, semakin kecil peluang informasi tersebut disalahgunakan.

Pada akhirnya, menghadapi scam call tidak selalu membutuhkan langkah yang rumit. Berhenti sejenak, jangan panik, jangan mudah percaya, dan pastikan informasi sebelum bertindak dapat menjadi perlindungan awal untuk menjaga data pribadi dan keamanan rekening.