Tidak Sekadar Menjawab Aduan, Lapor Bupati Didorong Hadir Lebih Solutif dan Empatik
Sekretariat Kamis, 27 Agustus 2026
2 views | Share:

Tidak Sekadar Menjawab Aduan, Lapor Bupati Didorong Hadir Lebih Solutif dan Empatik

Pengaduan masyarakat bukan sekadar pesan yang masuk lalu dijawab. Di balik setiap laporan, ada persoalan warga yang membutuhkan perhatian, tindak lanjut, dan penyelesaian. Karena itu, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo terus mendorong penguatan kanal Lapor Bupati agar mampu menjadi ruang komunikasi yang semakin responsif antara masyarakat dan pemerintah.

Dorongan tersebut diperkuat melalui Workshop Penguatan Sistem Pengaduan Lapor Bupati Wonosobo bersama KITA Institute, Senin (24/8/2026), di RM Latar Sidojoyo Wonosobo. Kegiatan diikuti sekitar 70 peserta, termasuk para Admin Lapor Bupati dari perangkat daerah dan kecamatan. Bagi Diskominfo, forum ini menjadi momentum untuk mengevaluasi pengelolaan pengaduan sekaligus memperkuat kapasitas para admin yang menjadi penghubung langsung antara laporan masyarakat dan perangkat daerah terkait.

Hasil penelitian KITA Institute terhadap layanan Lapor Bupati menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat berada pada kategori baik, dengan skor rata-rata 4,08 dari 5. Namun, masih terdapat sejumlah hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait ketuntasan tindak lanjut di lapangan dan kualitas jawaban kepada pelapor. Temuan tersebut menjadi bahan penting bagi Diskominfo untuk terus mendorong perbaikan pengelolaan pengaduan, sehingga keberhasilan layanan tidak hanya diukur dari laporan yang terjawab, tetapi juga dari tindak lanjut yang jelas dan tuntas.

Penguatan kapasitas admin menjadi salah satu langkah yang didorong Diskominfo. Melalui workshop, para admin mendapatkan pembelajaran mengenai penyusunan respons yang lebih informatif dan solutif, komunikasi empatik, serta teknik de-escalation ketika menghadapi pelapor yang kecewa atau emosional. Pengalaman dan kendala di lapangan juga dibahas bersama untuk menemukan pola koordinasi yang lebih efektif.

Tidak kalah penting, Diskominfo mendorong agar pengaduan masyarakat tidak berhenti sebagai arsip laporan. Data dari Lapor Bupati dapat menjadi cermin pelayanan publik, menunjukkan persoalan yang muncul di masyarakat sekaligus memberikan masukan bagi perangkat daerah untuk melakukan perbaikan. Karena itu, pengelolaan data pengaduan yang lebih baik menjadi bagian dari upaya membangun pelayanan yang semakin berbasis kebutuhan warga.

Melalui penguatan tersebut, Diskominfo bersama perangkat daerah dan kecamatan terus mendorong Lapor Bupati menjadi kanal yang mudah diakses, responsif, dan mampu memberikan kepastian tindak lanjut. Kolaborasi antar-pengelola juga menjadi kunci agar setiap laporan dapat diteruskan kepada pihak yang tepat dan ditangani sesuai kewenangan.

Sebab bagi Diskominfo, pengaduan masyarakat bukan sekadar angka dalam sistem. Setiap laporan adalah suara warga yang perlu didengar, dipahami, dan ditindaklanjuti. Dari respons yang solutif dan empatik, kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik pun terus dibangun.