Tebing Watu Gribig Dieng Wonosobo Jadi Ajang Indonesia Climbing Festival Seri 2
Admin Senin, 12 September 2022 pukul 01.03 WIB
682 views | Share:

Tebing Watu Gribig Dieng Wonosobo Jadi Ajang Indonesia Climbing Festival Seri 2

Pesona dan keindahan alam Wonosobo seolah tiada habisnya memanjakan mata para pengunjungnya, dilihat dari segala penjuru, yang ada adalah bentangan alam yang menakjubkan, terlebih dengan adanya latar belakang  Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro serta Bukit Dieng, semakin menambah kemolekannya.

Selain menampilkan keindahan alamnya, ternyata di Wonosobo, tepatnya di Kawasan wisata alam Dieng,  juga  terdapat sebuah tebing yang selain  indah juga menantang untuk ditaklukkan, utamanya oleh penggemar olahraga climbing. Watu Gribig, begitu warga setempat menyebutnya. 

Dengan tinggi sekitar 25-30 meter, Tebing Watu Gribig ini juga berada diketinggian antara 1600 sampai 2100 mdpl, atau sebelah barat Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, yang  merupakan kawasan vulkanik aktif di Jawa Tengah, sehingga karakteristiknya  berupa batuan andesit dengan 14 jalur pemanjatan dan tingkat kesulitan yang berbeda. 

Ketua panitia Indonesia Climbing Festival (ICF) Wiwik Yuniasih dalam rilisnya menyampaikan, ICF seri 2 diagendakan akan digelar di Tebing Watu Gribig Desa Jojogan Kejajar Wonosobo pada tanggal 10-11 September 2022 mendatang. Selain merupakan rangkaian kegiatan tahunan dari Yayasan Vertical Rope Indonesia bekerjasama Pemerintah Daerah Wonosobo, Federasi Panjat Tebing, Pemerintahan desa, pengusaha dan Gubernur Jateng, juga bertujuan mempromosikan olahraga panjat tebing, mengangkat potensi daerah, menciptakan destinasi pariwisata minat khusus dan petualangan menumbuhkan ekonomi kreatif dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Lanjut wiwik, selain prestasi, pesan besar yang ingin disampaikan pada masyarakat dunia adalah, Indonesia memiliki tebing alam yang eksotis ditambah dengan keragaman budaya, kuliner, musik serta karakter masyarakat yang luar biasa. Untuk itu, event ini akan dikemas sedemikian rupa berkolaborasi dengan potensi local yang ada, sehingga ajang ini akan menjadi kompetisi dan pertujukan  yang menarik. 

“Kegiatan ini akan kami kemas dengan semenarik mungkin, selain kompetisi juga ada edukasi dan pertunjukan seni tradisional, ini menjadi tugas kita bersama untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan berprestasi namun tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan daerah,”.

Sementara itu, dikutip dari laman Instagram, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambahkan, walau panjat tebing bukanlah olahraga yang penuh gemgap gempita seperti sepak bola maupun bulu tangkis, namun atlit di cabang ini sangat diperhitungkan di kancah mata dunia. Salah-satunya atlit dari Jawa Tengah Kiromal Katibin yang belum lama ini dinobatkan sebagai manusia tercepat di dunia karena berhasil memanjat dinding setinggi 15 meter dengan catatan waktu 5,17 detik pada ajang Climbing World Cup IFSC 2022 di Seoul, Korea Selatan, (6/5/2022). 

”Walau bukanlah cabang olahraga yang gemgap gempita seperti sepak bola maupun bulu tangkis, tapi atlit cabang olah raga ini diperhitungkan dunia, sebagaimana yang telah diraih Kiromal Katibin di ajang Climbing World Cup IFSC 2022 di Seoul beberapa waktu yang lalu, untuk itu lewat Indonesia Climbing Festival Seri 2 di Tebing Watu Gribig Dieng saya harap akan muncul bibit-bibit unggul macam Kiromal Katibin,”.

Sebagai tuan rumah penyelenggaraan acara, Bupati wonosobo Afif Nurhidayat, menyambut baik dan antusias atas dipilihnya Tebing Watu Gribig Dieng Wonosobo sebagai ajang kompetisi tingkat nasional dalam Indonesia Climbing festival seri 2. Hal ini tentu secara tidak langsung akan berdampak multi efek bagi  perekonomian masyarakat Wonosobo, dan mengangkat potensi wisata alam Dieng di mata dunia.