Perkuat Keamanan Siber, Diskominfo Dorong Akselerasi Peran Agen Digital dan Integrasi Sistem Pemerintahan Daerah
Sekretariat Kamis, 23 April 2026
10 views | Share:

Perkuat Keamanan Siber, Diskominfo Dorong Akselerasi Peran Agen Digital dan Integrasi Sistem Pemerintahan Daerah

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo menggelar Apel Agen Pemerintah Digital Triwulan I Tahun 2026 pada Selasa, 21 April 2026, bertempat di Aula Diskominfo dan diikuti secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Agen Pemerintah Digital dari Perangkat Daerah dan kecamatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo.

 

Apel dibuka secara resmi oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, dr. Mohamad Riyatno, dalam arahannya, disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat komitmen pemerintah daerah terhadap keamanan siber di tengah pesatnya transformasi digital.

 

Sebagai leading sector dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi di daerah, Diskominfo memiliki peran sentral dalam mengoordinasikan, mengawal, serta memastikan implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) berjalan secara aman dan terintegrasi. Diskominfo mendorong percepatan peran Agen Pemerintah Digital sebagai ujung tombak dalam menjaga keamanan informasi di masing-masing perangkat daerah.

 

Dalam pengantar kegiatan, Kepala Diskominfo, Khristiana Dhewi, menyampaikan bahwa saat ini terdapat 341 aplikasi yang digunakan hingga tingkat desa, yang terdiri dari aplikasi pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa. Kondisi ini menunjukkan tingginya pemanfaatan teknologi, namun sekaligus menjadi tantangan dalam hal pengamanan dan integrasi sistem.

 

Untuk itu, Diskominfo terus mendorong berbagai langkah strategis, di antaranya penguatan kebijakan pengamanan aplikasi, pengendalian pembangunan aplikasi baru, penerapan etika penggunaan Artificial Intelligence (AI), pelindungan data pribadi, serta penataan jaringan intranet pemerintah daerah. Upaya tersebut merupakan bagian dari akselerasi transformasi digital yang aman, andal, dan tepercaya.

 

Pada sesi materi, Sri Boentaran Darmo, Sandiman Ahli Madya selaku narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) memaparkan pentingnya optimalisasi kinerja Agen Siber dalam menghadapi tren serangan siber yang terus meningkat. Berbagai ancaman seperti phishing, ransomware, hingga malware menjadi risiko nyata yang perlu diantisipasi oleh seluruh perangkat daerah.

 

Diskusi interaktif juga mengemuka dalam kegiatan ini, mulai dari pemanfaatan tools pengujian keamanan sistem (pentest), penerapan kebijakan keamanan seperti penggantian password secara berkala, hingga pentingnya penggunaan infrastruktur penyimpanan data resmi pemerintah guna menjaga kedaulatan dan keamanan data. Sebagai tindak lanjut, Diskominfo menegaskan pentingnya peran aktif seluruh Agen Pemerintah Digital dalam memahami tugas dan tanggung jawabnya, termasuk dalam mekanisme pelaporan insiden melalui tim CSIRT. Selain itu, perangkat daerah juga diminta segera melengkapi inventarisasi aset aplikasi serta melakukan migrasi ke infrastruktur server pemerintah daerah yang lebih terjamin keamanannya.

 

Melalui kegiatan ini, Diskominfo berharap terbangun kesadaran bersama bahwa keamanan siber bukan hanya menjadi tanggung jawab teknis semata, melainkan tanggung jawab seluruh aparatur. Dengan sinergi lintas perangkat daerah dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, transformasi digital di Kabupaten Wonosobo diharapkan dapat berjalan lebih aman, terarah, dan berkelanjutan.