DLF 2026: Wonosobo Perkuat Transformasi Digital dan Keamanan Siber di Era AI
Pemerintah Kabupaten Wonosobo melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong penguatan transformasi digital yang aman dan adaptif di tengah pesatnya perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI). Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Digital Leadership Forum (DLF) Tahun 2026 sebagai ruang bersama untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan aparatur terhadap tantangan digital.
Kegiatan yang mengusung tema “Transformasi Digital Pemerintah Daerah di Era AI dan Ancaman Siber” ini dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, di Ruang Rapat Mangoen Kusumo Setda Kabupaten Wonosobo. Forum ini diikuti oleh pimpinan perangkat daerah dan BUMD secara luring, serta camat, kepala desa, lurah, kepala puskesmas, kepala sekolah, dan pimpinan unit kerja lainnya secara daring.
Dalam sambutannya, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa transformasi digital merupakan sebuah keharusan bagi pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih efektif, efisien, dan responsif. Pemanfaatan teknologi, termasuk AI, dinilai mampu mendorong percepatan pengambilan keputusan berbasis data dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Namun demikian, di balik peluang tersebut, terdapat tantangan serius berupa ancaman siber yang semakin kompleks seperti kebocoran data, peretasan sistem, hingga penyalahgunaan informasi menjadi hal yang perlu diantisipasi secara Bersama. Penguatan sistem keamanan dan peningkatan kesadaran aparatur menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.
Kepala Diskominfo, Khristiana Dhewi, dalam paparannya menyampaikan bahwa transformasi digital daerah diarahkan untuk mendukung visi pembangunan jangka panjang, yaitu mewujudkan Wonosobo sebagai pusat agrobisnis dan pariwisata yang maju melalui tata kelola pemerintahan yang adaptif dan berintegritas. Saat ini, terdapat ratusan aplikasi yang digunakan hingga tingkat desa yang menghadapi tantangan berupa integrasi sistem yang belum optimal dan penguatan aspek keamanan yang masih perlu ditingkatkan. Selain itu, tren serangan siber menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan berbagai modus yang semakin beragam. Kondisi ini mendorong perlunya langkah strategis, mulai dari standarisasi keamanan informasi, konsolidasi infrastruktur, hingga penguatan regulasi dan etika pemanfaatan AI di lingkungan pemerintahan.
Narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Sri Boentaran Darmo Kusumo, menekankan bahwa transformasi digital saat ini telah bergeser dari sekadar digitalisasi layanan menuju pemerintahan digital yang berorientasi pada dampak. Pemanfaatan AI dipandang sebagai peluang besar untuk menghadirkan layanan publik yang lebih proaktif, namun tetap harus diimbangi dengan pengelolaan risiko dan tata kelola yang kuat.
Melalui forum ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap tercipta kesadaran bersama bahwa keamanan siber merupakan tanggung jawab seluruh aparatur. Dengan sinergi lintas sektor, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola, transformasi digital di Wonosobo diharapkan dapat berjalan secara optimal, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.