Diskominfo Wonosobo Perkuat Peran Edukasi Literasi Keuangan di Lingkungan Kerja
Sekretariat Rabu, 2 September 2026
1 views | Share:

Diskominfo Wonosobo Perkuat Peran Edukasi Literasi Keuangan di Lingkungan Kerja

Ancaman pinjaman online (pinjol) ilegal, investasi ilegal, hingga judi online (judol) semakin perlu diwaspadai, termasuk oleh masyarakat di wilayah pedesaan. Informasi yang mudah dipahami menjadi salah satu kunci agar masyarakat mampu mengenali risiko dan mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.

Upaya memperkuat edukasi tersebut dilakukan melalui Training of Trainers (TOT) Kader Literasi Keuangan Kecamatan (KALIKA) yang diselenggarakan Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Wonosobo bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, Senin (31/8/2026), di Ruang Rapat Mangoenkoesoemo Setda Wonosobo. Kegiatan dibuka dengan pengukuhan kader oleh Sekretaris Daerah dan diikuti 38 Kader KALIKA dari 15 kecamatan serta Duta Literasi dari lingkungan dinas, termasuk Diskominfo yang diwakili Luthfiana Nurul ‘Aini.

Para kader mendapatkan pembekalan mengenai literasi dan inklusi keuangan, termasuk prinsip Legal dan Logis (2L) dalam menyikapi berbagai tawaran produk dan layanan keuangan. Peserta juga dibekali pemahaman mengenai risiko pinjol ilegal, investasi ilegal, dan judi online sebagai bekal sebelum melakukan edukasi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.

Bagi Diskominfo, penguatan literasi keuangan tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga bagaimana informasi tersebut dapat disampaikan secara tepat dan mudah diterima masyarakat. Karena itu, kemampuan komunikasi menjadi bagian penting agar pesan edukasi tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi benar-benar dapat diteruskan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Luthfiana Nurul ‘Aini dari Diskominfo, yang merupakan Insan Perintis OJK 2025, turut memberikan pembekalan mengenai teknik mobilisasi peserta dan komunikasi di tingkat kecamatan. Materi diarahkan pada praktik menyampaikan informasi dengan bahasa yang sederhana, termasuk formula undangan singkat dan simulasi komunikasi menggunakan metode speech card.

Pendekatan komunikasi tersebut menjadi bekal penting bagi Kader KALIKA ketika nantinya melakukan edukasi di wilayah masing-masing. Dengan menghindari bahasa teknis yang kaku dan menyesuaikan cara penyampaian dengan karakter audiens, informasi mengenai keamanan keuangan diharapkan lebih mudah dipahami dan mendorong masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai tawaran yang berisiko.

Melalui peran kader di 15 kecamatan, edukasi literasi keuangan selanjutnya diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat melalui roadshow edukasi. Diskominfo Wonosobo melihat penguatan kapasitas komunikasi kader sebagai bagian dari upaya menghadirkan informasi publik yang akurat, sederhana, dan mudah dipahami, sehingga masyarakat semakin cerdas, waspada, dan aman dalam mengambil keputusan di tengah derasnya informasi di ruang digital.