Image Description
Admin Kamis, 30 Juni 2022 pukul 07.46 WIB
104 views | Share:

Dilantik Jadi Penjabat Sekda, Mohamad Kristijadi Diminta Kawal Pembahasan RKPD 2023

Mohamad Kristijadi diminta  mengawal pembahasan khususnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Wonosobo, usai dilantik sebagai Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo Tahun 2023 oleh Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, di Pendopo Selatan, Rabu, (29/06/2022).

“Usai dilantik, saya meminta saudara langsung dapat mengawal pembahasan RKPD 2023 mulai Bulan Juli mendatang, berikan kerjasama dan sinergitas yang baik terutama dalam hal koordinasi dan komunikasi yang optimal,” pinta bupati.

Lebih lanjut Afif menuturkan, walaupun hanya bekerja per 29 Juli sampai dengan Agustus 2022, semua rencana kegiatan yang sudah disusun diharap berjalan lancar, sehingga menghasilkan kebijakan publik yang bisa dirasakan kemanfaatannya untuk masyarakat Wonosobo.

Tegas Afif, dipilihnya Mohamad Kristijadi melalui pertimbangan matang meliputi aspek kinerja, kualifikasi kompetensi, kebutuhan penyesuaian organisasi, dan kepegawaian. Di tengah kondisi fiskal negara yang terbatas, ia meminta kepada jajaran Pemkab Wonosobo memaksimalkan anggaran untuk fokus mengurai permasalahan utama saat ini, yakni kemiskinan ektrim, stunting, dan pendidikan. 

Selain itu, mengingat banyaknya masyarakat Wonosobo yang membutuhkan perhatian khusus, ia menekankan, perlunya menyisihkan pendapatan maupun tunjangan dari profesi Aparatur Sipil Negara (ASN) guna membantu masyarakat yang membutuhkan.

“Saya mengapreasiasi betul apa yang sudah dilakukan P3K dan CPNS Formasi 2021 yang telah memberikan sumbangan dana sukarela untuk 5 orang masyarakat kita, saya mohon terus sisihkan pendapatan dan tunjangan profesi untuk membantu mereka yang membutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan P3K dan CPNS Formasi 2021 Kabupaten Wonosobo Sutarno mengatakan, turut prihatin terhadap kemiskinan ektrim yang tersebar di 5 Kecamatan. Bersama  rekan P3K lainnya berinisiatif menggalang sumbangan sukarela, dan terkumpul dana sejumlah 105 juta rupiah, rencana akan digunakan untuk perbaikan rumah tak layak huni, sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.

“Kami turut prihatin dengan masalah kemiskinan ektrim yang tersebar di 5 Kecamatan, dengan total dana sumbangan sukarela sebesar 105 juta akan digunakan untuk perbaikan rumah tak layak huni, ini bentuk kepedulian kami terhadap sesama,” pungkasnya.