Bupati Wonosobo: Gebyar Diskon Pupuk Berdampak Percepatan Tanam
Admin Sabtu, 10 Februari 2024 pukul 00.11 WIB
43 views | Share:

Bupati Wonosobo: Gebyar Diskon Pupuk Berdampak Percepatan Tanam

Dalam rangka mendukung program percepatan MT-II tahun 2024, sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional, Pemerintah berkerjasama dengan Pupuk Indonesia menggelar gebyar diskon 40 persen pupuk nonsubsidi jenis Urea dan NPK Phonska, Rabu (7/2/2024) di Kawasan Gerbang Mandala Wisata Wonosobo.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengapresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut. Pasalanya, kegiatan ini akan mendukung percepatan tanam di Kabupaten Wonosobo, karena petani memperoleh pupuk non subsidi sebagai pemupukan yang berimbang.

“Saya mewakili petani yang ada di Kabupaten Wonosobo tentunya mengucapkan terima kasih atas bantuan potongan harga pupuk yang diberikan oleh PT Pupuk Indonesia, terlebih pada tahun 2023 yang lalu banyak petani yang terdampak El Nino, sehingga waktu tanam menjadi mundur. Hadirnya bantuan potongan harga pupuk ini diyakini akan membantu percepatan tanam bagi petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut Afif menyampaikan, Gebyar Diskon Pupuk Non Subsidi merupakan wujud nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung petani untuk mengoptimalkan produksinya dengan biaya yang lebih terjangkau.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja Palembang (PUSRI) Daconi Khotob mengatakan, dalam gebyar ini menyediakan 5000 kupon, petani bisa mendapatkan pupuk urea maupun NPK ukuran 25 kilogram dengan harga Rp270.000,- dari harga aslinya Rp450.000,-.  Menurutnya, program ini merupakan upaya pemerintah menfasilitasi petani memperoleh pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau. 

“Gebyar Diskon Pupuk sesuai dorongan pemerintah agar petani bisa menikmati pupuk nonsubsidi dengan harga terjangkau serta membantu meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” katanya.

Jelas Daconi, selain dapat membeli pupuk nonsubsidi dengan diskon 40% petani juga dapat membeli pupuk bersubsidi dengan harga normal. Pemerintah juga mempermudah mekanisme penebusan pupuk bersubsidi hanya dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Semoga program ini dapat mendorong petani untuk menanam lebih awal sehingga kesuksesan musim tanam awal tahun ini bisa kita tuai bersama saat panen bulan april nanti,” pungkasnya.