Bawa Nama Baik Wonosobo, Insan Diskominfo Raih Apresiasi TOP 10 Menulis Berdampak 2026
Sekretariat Selasa, 20 Oktober 2026
7 views | Share:

Bawa Nama Baik Wonosobo, Insan Diskominfo Raih Apresiasi TOP 10 Menulis Berdampak 2026

Sebuah tulisan dapat menjadi lebih dari sekadar rangkaian kata. Gagasan, persoalan, dan pengalaman yang dituangkan dalam tulisan bisa menjadi pembelajaran bagi banyak orang. Dengan kepekaan dan tujuan yang jelas, karya tulis juga dapat membawa nama baik daerah ke tingkat yang lebih luas.

Semangat tersebut tercermin dalam capaian Sofiyanto, jurnalis andal Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, yang berkolaborasi dengan Wening Tyas Suminar dari Komda HAM Wonosobo sekaligus Dewan Pengawas LPPL Radio Pesona FM. Keduanya berhasil masuk dalam TOP 10 Menulis Berdampak Tahun 2026 melalui karya berjudul “Dari Sampah Menuju Desa Mandiri: Tata Kelola Ekonomi Sirkular Talunombo.” Penghargaan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut diserahkan di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (15/10/2026).

Bagi Diskominfo Wonosobo, capaian ini menjadi kebanggaan sekaligus apresiasi atas karya yang turut membawa nama baik instansi dan Kabupaten Wonosobo di tingkat provinsi. Prestasi ini juga menjadi penyemangat untuk terus menghasilkan tulisan yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Menulis Berdampak 2026 diikuti 263 artikel dari peserta berbagai kalangan di seluruh Indonesia, dengan dua kategori, yakni umum sebanyak 151 artikel serta pelajar/mahasiswa sebanyak 112 artikel. Setelah melalui seleksi administrasi dan substansi, peserta terpilih masuk dalam 30 besar untuk mengikuti seleksi lanjutan berupa wawancara dan presentasi. Dari proses tersebut, ditetapkan 10 karya terbaik, masing-masing lima dari kategori umum dan lima dari kategori pelajar/mahasiswa.

Karya Sofiyanto dan Wening mengangkat tata kelola ekonomi sirkular di Desa Talunombo, dengan melihat sampah bukan semata-mata sebagai persoalan lingkungan, tetapi juga sebagai potensi yang dapat dikelola untuk mendukung kemandirian desa. Gagasan ini menunjukkan bagaimana tulisan dapat menghubungkan persoalan sehari-hari dengan peluang solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Karya ilmiah tersebut selanjutnya direncanakan untuk dipublikasikan dalam jurnal ilmiah BRIDA.

Pentingnya karya tulis sebagai sumber pengetahuan dan pertimbangan kebijakan turut mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut. Sebanyak 51 policy brief atau ringkasan kebijakan hasil Gelar Karya Riset Pembangunan dan Menulis Berdampak Tahun 2026 diserahkan secara simbolis kepada Gubernur Jawa Tengah. Dokumen tersebut memuat rekomendasi untuk mendukung perumusan kebijakan pembangunan daerah.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menekankan pentingnya riset sebagai landasan pembangunan. Hasil kajian dan gagasan diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi dapat diterapkan untuk menjawab persoalan nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sejalan dengan tugasnya dalam komunikasi publik, Diskominfo Wonosobo terus mendorong penyebarluasan informasi yang akurat, mudah dipahami, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Tulisan menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan praktik baik, menyampaikan informasi layanan, dan membagikan pengalaman yang dapat menginspirasi banyak orang.

Diskominfo Wonosobo berharap capaian ini memotivasi Sofiyanto untuk terus berkarya dan menghasilkan tulisan yang semakin berdampak, sekaligus menginspirasi masyarakat agar lebih peka terhadap persoalan dan potensi di sekitarnya. Sebab, membawa nama baik daerah tidak hanya melalui prestasi, tetapi juga melalui karya yang memperluas pengetahuan dan menggerakkan lebih banyak orang untuk melakukan kebaikan.