Perkuat Kualitas Informasi Publik, Diskominfo Wonosobo Matangkan Strategi Media Sosial Bersama Pimpinan Daerah
Di balik setiap program pemerintah, ada kerja, perubahan, dan manfaat yang perlu diketahui masyarakat. Tantangannya bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi bagaimana mengemasnya menjadi cerita yang menarik, mudah dipahami, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Untuk memperkuat upaya tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo membahas strategi pengelolaan media sosial pemerintah bersama jajaran pimpinan daerah dan konsultan media nasional dari PT Jiwa Kreasi Indonesia, Jumat (9/10/2026), di Ruang Transit Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.
Audiensi yang melibatkan Wakil Bupati, Penjabat Sekretaris Daerah, para Asisten, dan Staf Ahli Bupati ini menjadi ruang untuk menyamakan arah komunikasi publik, terutama dalam menyampaikan program, inovasi, dan capaian pembangunan daerah melalui media digital.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana mengubah informasi kegiatan menjadi cerita tentang hasil dan manfaatnya. Konten pemerintah tidak cukup hanya menunjukkan siapa yang hadir atau kegiatan apa yang dilaksanakan. Masyarakat juga perlu memahami apa yang dihasilkan, mengapa hal itu penting, dan bagaimana manfaatnya dapat dirasakan. Dengan narasi yang tepat, informasi formal dapat disampaikan secara lebih menarik tanpa kehilangan fakta dan substansinya.
Strategi berikutnya adalah mendorong partisipasi masyarakat melalui konten yang membuka ruang interaksi. Media sosial pemerintah tidak hanya berfungsi sebagai saluran penyampaian informasi satu arah, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan tanggapan, menyampaikan aspirasi, dan terlibat dalam percakapan mengenai pembangunan daerah.
Penguatan konten juga diarahkan melalui pendekatan actor-based content, yaitu penyajian informasi dengan menghadirkan orang-orang yang terlibat langsung dalam suatu program. Cerita dari pelaksana maupun penerima manfaat dapat memberikan gambaran yang lebih nyata tentang bagaimana program dijalankan dan apa artinya bagi masyarakat. Pendekatan ini membuat informasi lebih humanis, konkret, dan mudah dipahami.
Bagi Diskominfo sebagai PPID Utama Kabupaten Wonosobo, penguatan strategi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas komunikasi publik. Pengelolaan media sosial tidak semata-mata berfokus pada jumlah unggahan, tetapi juga pada ketepatan informasi, relevansi pesan, dan kemampuan konten membantu masyarakat memahami kerja pemerintah.
Melalui pembahasan bersama pimpinan daerah dan konsultan media, Diskominfo mendorong pengelolaan media sosial pemerintah yang lebih terarah, kreatif, dan kolaboratif. Harapannya, informasi mengenai program dan capaian pembangunan dapat tersampaikan secara lebih efektif, sekaligus membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat.
Sebab, komunikasi publik yang baik bukan hanya membuat masyarakat mengetahui apa yang dikerjakan pemerintah, tetapi juga membantu mereka memahami manfaatnya dan merasa dilibatkan. Dengan informasi yang akurat, menarik, dan relevan, media sosial dapat menjadi jembatan yang menghubungkan kerja pemerintah dengan kebutuhan masyarakat.