Hari ke1 - Parenting Cerdas di SMP N 1 Sapuran, Diskominfo Wonosobo Ajak Orang Tua Jadi Mitra Digital Anak
Perkembangan dunia digital membuat pendampingan terhadap remaja tidak dapat dilakukan hanya dengan melarang atau membatasi penggunaan gawai. Hal tersebut menjadi salah satu pesan yang disampaikan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Wonosobo dalam kegiatan Parenting Cerdas “Membimbing Remaja Bijak Bermedsos dan Menggunakan Gawai” di SMP Negeri 1 Sapuran, Senin (21/9/2026).
Hari pertama kegiatan diikuti oleh wali murid kelas 9. Diskominfo Wonosobo menghadirkan Eka Saputri dan Laily Nurul Qomariyah sebagai narasumber pada sesi pertama.
Dalam materi Parenting Digital, orang tua diajak melihat dunia digital anak secara lebih utuh. Anak SMP berada pada fase ketika teman sebaya menjadi penting, mulai menginginkan ruang privat, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Karena itu, pola pendampingan juga perlu berubah dari sekadar larangan menuju dialog dan komunikasi.
Diskominfo mengajak orang tua membangun kebiasaan bertanya dan mendengarkan sebelum memberikan penilaian. Anak perlu mengetahui bahwa ketika mengalami salah kirim foto, tertipu, mendapatkan pesan yang membuat takut, atau menghadapi masalah di media sosial, orang tua merupakan pihak yang dapat mereka datangi.
Materi juga mengingatkan bahwa tanda-tanda seperti perubahan pola tidur, panik setelah menerima pesan, hadiah atau top-up yang tidak jelas, semakin tertutup, menarik diri, maupun transaksi digital yang tidak dapat dijelaskan perlu menjadi alasan bagi orang tua untuk mendekat dan membuka komunikasi.
Selain Diskominfo, wali murid juga mendapatkan materi dari Psikolog dan Puspaga pada sesi berikutnya.
Kepala SMP Negeri 1 Sapuran, Heri Priyanto, memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai sinergi antara sekolah, keluarga, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak.
Kegiatan selama tiga hari ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama bagi orang tua agar mampu mendampingi anak secara lebih bijak dalam menggunakan gawai dan bermedia sosial, tanpa mengabaikan kebutuhan anak untuk belajar, berkomunikasi, berkarya, dan berkembang.