Diskominfo Wonosobo Terima Kunjungan Press Tour Diskominfo Kudus, Perkuat Sinergi Media dan Keterbukaan Informasi Publik
WONOSOBO – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan kerja dan Press Tour Tahun 2026 dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kudus bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Muria Raya, Kamis (5/11/2026).
Mengusung tema “Pengelolaan Komunikasi Publik Pemerintah Daerah dan Sinergi Media dengan Pemerintah”, kegiatan tersebut menjadi wadah untuk berbagi pengalaman, bertukar gagasan, serta memperkuat kolaborasi antardaerah dalam mewujudkan tata kelola komunikasi publik yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kunjungan yang dijadwalkan diikuti sebanyak 70 peserta ini juga menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan kelembagaan antara pemerintah daerah dan insan pers, khususnya dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan yang akurat, berimbang, dan mudah diakses masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Diskominfo Kabupaten Wonosobo memaparkan berbagai praktik baik pengelolaan komunikasi publik, mulai dari strategi diseminasi informasi, penguatan keterbukaan informasi publik, pengelolaan relasi media, hingga pemanfaatan berbagai kanal komunikasi pemerintah.
Komunikasi Publik Tidak Sekadar Menyampaikan Informasi
Dalam pemaparan materi, Diskominfo Wonosobo menekankan bahwa komunikasi publik Pemerintah Kabupaten Wonosobo tidak hanya berfokus pada penyampaian kegiatan maupun program pemerintah. Lebih dari itu, komunikasi publik diarahkan untuk memastikan masyarakat memahami kebijakan, mengetahui manfaat pembangunan, serta memperoleh ruang yang luas untuk menyampaikan kritik, masukan, dan aspirasi.
Pengelolaan komunikasi publik tersebut dilaksanakan melalui empat pendekatan utama, yakni informatif, transparan, partisipatif, dan responsif. Keempat pendekatan ini menjadi landasan dalam menghadirkan informasi pembangunan yang faktual, aktual, mudah dipahami, sekaligus mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam proses pembangunan daerah.
Selaras dengan nilai HANDAL (Humanis, Akuntabel, Nyaman, Digital, Agile, Literate), Diskominfo Wonosobo terus berupaya mengembangkan komunikasi pemerintahan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, terbuka terhadap aspirasi, serta mampu menjawab kebutuhan informasi masyarakat secara cepat dan tepat.
Sinergi Media sebagai Mitra Strategis Pemerintah
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan Press Tour tersebut adalah pentingnya membangun kemitraan profesional antara pemerintah daerah dan insan pers.
Diskominfo Wonosobo menjelaskan bahwa media massa memiliki peran strategis, bukan hanya sebagai sarana publikasi program pemerintah, tetapi juga sebagai mitra dalam memberikan edukasi, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta menyuarakan persoalan dan kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pengelolaan kemitraan media di lingkungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo didukung oleh Diskominfo bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.
Pemerintah daerah berperan menyediakan informasi dan data yang akurat, membuka akses terhadap narasumber yang kredibel, memberikan klarifikasi atas isu yang berkembang, serta merespons kritik dan masukan dari media. Sementara itu, insan pers tetap menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional dan independen.
Berdasarkan materi yang dipaparkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menjalin kemitraan dengan berbagai jenis media, meliputi 5 media cetak, 15 media online, 8 stasiun radio, dan 5 media televisi.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan, antara lain kerja sama publikasi pembangunan, konferensi pers, fasilitasi wawancara, media gathering, peliputan bersama, penyusunan siaran pers, dialog interaktif, serta monitoring pemberitaan dan analisis opini publik.
Melalui hubungan yang dilandasi profesionalisme, kepercayaan, dan penghormatan terhadap independensi pers, pemerintah dan media diharapkan mampu menghadirkan informasi yang benar, berimbang, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Optimalisasi Konvergensi Media untuk Memperluas Jangkauan Informasi
Selain membahas penguatan kemitraan media, Diskominfo Wonosobo juga memaparkan penerapan strategi konvergensi media sebagai upaya memperluas jangkauan komunikasi pembangunan.
Strategi tersebut dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai saluran komunikasi, mulai dari media massa seperti surat kabar, televisi, radio, dan media online, hingga media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, serta kanal digital resmi pemerintah.
Pemanfaatan website pemerintah, layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID), kanal informasi perangkat daerah, serta komunikasi langsung melalui forum publik, sosialisasi, dan dialog masyarakat turut menjadi bagian dari ekosistem komunikasi publik yang dikembangkan.
Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan informasi pembangunan tersampaikan secara lebih luas dan menjangkau berbagai kelompok masyarakat dengan karakteristik serta kebutuhan informasi yang beragam.
Dalam implementasinya, komunikasi publik juga diarahkan untuk mendukung berbagai prioritas pembangunan daerah, seperti pengentasan kemiskinan, pencegahan stunting, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif, pembangunan infrastruktur, pelestarian lingkungan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dorong Transparansi, Partisipasi, dan Kepercayaan Masyarakat
Melalui diskusi dan pertukaran pengalaman dalam kegiatan Press Tour ini, kedua daerah memperoleh ruang pembelajaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan komunikasi publik yang terukur dan berkelanjutan.
Diskominfo Wonosobo turut menekankan bahwa keberhasilan komunikasi publik tidak cukup dinilai berdasarkan banyaknya berita atau konten yang dipublikasikan, tetapi juga perlu dilihat dari jangkauan informasi, interaksi masyarakat, kecepatan respons terhadap isu, serta dampaknya terhadap pemahaman, partisipasi, dan kepercayaan publik.
Ke depan, penguatan komunikasi publik di Kabupaten Wonosobo diarahkan melalui peningkatan koordinasi antarlembaga, pengembangan kapasitas pengelola informasi dan media sosial, perluasan akses data serta narasumber bagi insan pers, dan penguatan monitoring media serta manajemen isu.
Kunjungan kerja Diskominfo Kabupaten Kudus bersama PWI dan IJTI Muria Raya ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antarpemerintah daerah dan insan pers dalam membangun ekosistem informasi yang terbuka, kredibel, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, keterbukaan informasi dan komunikasi publik yang efektif diharapkan tidak hanya meningkatkan transparansi penyelenggaraan pemerintahan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan mendukung kemajuan pembangunan daerah.
Pembangunan tidak cukup hanya dilaksanakan, tetapi juga harus dikomunikasikan agar diketahui, dipahami, diawasi, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.