Diskominfo Wonosobo Dorong Pemutakhiran Data Desa untuk Perencanaan Pembangunan yang Lebih Tepat Sasaran
Sekretariat Kamis, 29 Oktober 2026
14 views | Share:

Diskominfo Wonosobo Dorong Pemutakhiran Data Desa untuk Perencanaan Pembangunan yang Lebih Tepat Sasaran

Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo mendorong pemerintah desa memperkuat pengelolaan dan pemutakhiran data melalui program Desa Cantik. Ketersediaan data yang sesuai dengan kondisi terkini menjadi bekal penting untuk mengenali kebutuhan masyarakat, menentukan prioritas pembangunan, dan meningkatkan pelayanan publik.

Upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi di sejumlah desa pada Oktober 2026. Kegiatan dilaksanakan di Desa Ngalian, Kecamatan Kepil, pada 7 Oktober; Desa Krasak dan Bumirejo, Kecamatan Mojotengah, serta Desa Kuripan, Kecamatan Garung, pada 8 Oktober; kemudian Desa Mangunrejo, Kecamatan Kalikajar, dan Desa Cledok, Kecamatan Kaliwiro, pada 20 Oktober.

Hasil monitoring menunjukkan bahwa pelaksanaan pengelolaan data di masing-masing desa memiliki perkembangan yang beragam. Sebagian desa telah melaksanakan pendataan dan penginputan, tetapi masih memerlukan penyelesaian serta pembaruan secara berkala. Sementara itu, desa lainnya masih menghadapi kendala untuk melanjutkan program dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan.

Di Desa Ngalian, pendataan dan penginputan telah dilakukan pada 2024, namun pemutakhiran data belum berjalan optimal. Pemerintah desa yang selama ini lebih banyak memanfaatkan OpenSID berharap pengelolaan data dapat diselaraskan agar informasi yang tersedia lebih mudah digunakan. Pelibatan pemuda desa juga menjadi salah satu peluang untuk mendukung pembaruan data secara berkelanjutan.

Di Desa Krasak dan Bumirejo, kegiatan pendataan telah berjalan, tetapi pemutakhiran masih perlu diperkuat. Monitoring juga menemukan perlunya penyamaan pemahaman mengenai konsep dan cakupan pendataan serta peningkatan pelaporan perubahan data penduduk. Adapun di Desa Kuripan, pencacahan telah selesai, sementara penginputan data baru mencakup satu dusun.

Perkembangan pengelolaan data juga berlangsung di wilayah Kecamatan Sukoharjo, khususnya Desa Kajeksan dan Mergosari. Pengumpulan dan penginputan data di kedua desa tersebut telah berjalan, tetapi belum mencapai 100 persen. Data yang tersedia masih memerlukan pembenahan dan pemutakhiran, dengan pembaruan terakhir berada pada rentang 2024–2025. Banyaknya aplikasi yang harus dikelola pemerintah desa menjadi salah satu kendala sehingga pembaruan berikutnya belum terlaksana.

Sementara itu, pelaksanaan Desa Cantik di Desa Mangunrejo masih terbatas pada pengenalan aplikasi. Di Desa Cledok, kegiatan belum dapat direalisasikan meskipun sebelumnya telah direncanakan dan dianggarkan. Keterbatasan anggaran, termasuk penyesuaian dan refocusing, turut memengaruhi pelaksanaan kegiatan di kedua desa.

Secara umum, tantangan pengelolaan data desa meliputi keterbatasan sumber daya manusia, banyaknya aplikasi yang ditangani petugas, dukungan anggaran dan jaringan internet, serta padatnya tugas pemerintahan desa. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam menentukan bentuk pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing desa.

Melalui monitoring ini, Diskominfo memberikan pemahaman bahwa pengelolaan data perlu mencakup seluruh tahapan, mulai dari pengumpulan, penginputan, pemeriksaan, pemutakhiran, hingga pemanfaatan. Desa didorong memulai dari kebutuhan data prioritas, mengoptimalkan aplikasi yang telah tersedia, serta melibatkan perangkat desa, kader PKK, kader Posyandu, dan pemuda sesuai kondisi setempat.

Tindak lanjut diarahkan pada pendampingan teknis, penyelesaian penginputan, penyamaan pemahaman pendataan, serta pemantauan pembaruan data secara berkala. Dengan langkah tersebut, data desa diharapkan semakin mencerminkan kondisi masyarakat dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mendukung pembangunan yang lebih tepat sasaran.