Dari Ide Jadi Konten, KIM Wonosobo Belajar Memaksimalkan AI untuk Mengemas Informasi Desa Lebih Menarik
Informasi tentang layanan publik, program pemerintah, hingga potensi desa perlu dikemas dengan cara yang mudah dipahami agar menjangkau lebih banyak warga. Di tengah kebiasaan masyarakat mengakses informasi melalui media digital, Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dapat memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengembangkan konten yang lebih menarik dan relevan.
Untuk mendukung kemampuan tersebut, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo mengadakan Peningkatan Kapasitas KIM bertema “Optimalisasi AI sebagai Media Diseminasi Informasi di Desa”, Rabu (21/10/2026), di Ruang Aula Lantai 2 Diskominfo Wonosobo.
Pelatihan ini membahas alur pembuatan konten digital, mulai dari menentukan pesan utama, menyusun prompt atau instruksi yang tepat untuk AI, hingga mengolah hasilnya menjadi materi visual menggunakan Canva. Dengan pendekatan ini, peserta belajar memanfaatkan AI untuk mengembangkan ide, menyusun draf informasi, dan menyiapkan konten yang lebih komunikatif tanpa harus memulai semuanya dari awal.
Materi dilengkapi praktik langsung dan tanya jawab interaktif, sehingga peserta dapat mencoba proses pembuatan konten sekaligus membahas kendala yang dihadapi dalam pengelolaan informasi di desa. Keterampilan tersebut diharapkan dapat diterapkan untuk membuat poster layanan publik, materi edukasi, promosi potensi lokal, maupun konten informatif yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Namun, penggunaan AI bukan berarti seluruh hasilnya dapat langsung dipublikasikan. Informasi yang dihasilkan tetap perlu diperiksa, terutama terkait fakta, sumber, konteks, dan pilihan bahasa. Peserta juga perlu memastikan konten tidak memuat informasi keliru, narasi provokatif, atau klaim yang belum terverifikasi. AI membantu proses produksi, tetapi kebenaran informasi tetap menjadi tanggung jawab pengelolanya.
Melalui pelatihan ini, KIM diharapkan mampu menghasilkan konten secara lebih mandiri, kreatif, dan efisien. Tidak hanya lebih terampil menggunakan teknologi, pegiat KIM juga diharapkan dapat mengubah informasi yang semula sulit dipahami menjadi pesan yang ringkas, menarik, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Bagi Diskominfo Wonosobo, penguatan kapasitas KIM menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem informasi hingga tingkat desa. Targetnya bukan sekadar KIM bisa menggunakan AI, melainkan mampu menghasilkan konten yang membantu warga memahami informasi, mengenali potensi desanya, dan mengambil manfaat dari informasi yang benar.